Kamis, 18 April 2013

[Tips] Memotret bawah air dengan kamera saku

Mengabadikan momen dan keindahan bawah laut menjadi suatu keharusan saat snorkeling maupun diving. Apa saja yang harus diperhatikan saat memotret dibawah laut, berikut tipsnya untuk FK-wan.


1. Memilih kamera bawah air
Beberapa produsen kamera saat ini mengeluarkan kamera yang bisa difungsikan untuk pemotretan di bawah air. Dilengkapi dengan fitur tahan air hingga kedalaman 15 meter, aneka pilihan mode pemotretan bawah air, penggunaan flash eksternal, hingga fasilitas super macro mode. Produsen kamera seperti Panasonic mengeluarkan Lumix DMC-5, Olympus mengeluarkan Though TG-2, Canon dengan kamera saku andalannya Powershot D20, ataupun produsen kamera seperti Nikon yang mengeluarkan kamera AW100. Sekarang tinggal memilih kamera yang sesuai dan menarik untuk mengabadikan momen bawah laut bagi FK-wan. Jika sudah memiliki kamera compact namun tidak memiliki fitur untuk bawah air? FK-wan bisa membeli underwater case yang banyak dijual di pasaran agar kamera bisa difungsikan saat berada di bawah air.

2. Cermat menggunakan fitur bawah air
Memotret di bawah air berbeda dengan memotret di daratan. Intensitas cahaya akan berdampak terhadap white balance yang dibaca oleh kamera, sehingga memengaruhi foto yang dihasilkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, produsen kamera memberikan fitur yang membantu para pengguna untuk menghasilkan foto yang menarik saat memotret di bawah air. Seperti kamera yang saya gunakan, terdapat mode beach & snorkeling untuk mengambil foto di permukaan air hingga kedalaman 3 meter. Selain itu, mode underwater bisa digunakan hingga kedalaman 15 meter. Masing-masing fitur ini tentu saja akan sangat baik digunakan saat memotret di bawah air.



3. Mengaktifkan fungsi flash
Penggunaan fitur flash cocok digunakan untuk mengambil objek foto seperti terumbu karang maupun binatang kecil. Flash membantu mengeluarkan warna dan kecerahan pada objek foto bawah laut. Penggunaan fitur flash juga harus diperhatikan saat mengambil objek yang jaraknya cukup jauh dari kamera. Di bawah laut banyak plankton kecil tak kasatmata. Saat memotret dengan objek yang agak jauh dari kamera, plankton yang lebih dekat dari objek foto akan terkena cahaya flash dan menimbulkan bintik putih pada foto yang kita hasilkan. 

4. Jeli
Banyak hal yang menarik untuk diabadikan di bawah laut seperti mengabadikan gerombolan ikan, terumbu karang, maupun hewan-hewan kecil yang sangat menarik. Yang harus kita lakukan adalah jeli mencari objek yang menarik untuk diabadikan. Pada saat menyelam di Raja Ampat, saya menemukan momen berharga menyaksikan perkawinan nudibranch di atas pasir, juga bertemu hiu karpet wobbegong yang bentuknya menyerupai batu.

5. Komposisi
Meskipun berada di dalam laut, tentu kita tidak boleh melupakan komposisi foto. Karena dengan komposisi yang baik, kita bisa menghasilkan foto yang menarik. Berkreasi dengan komposisi seperti memanfaatkan terumbu karang sebagai foreground dengar latar gerombolan ikan, atau memanfaatkan celah di terumbu karang sebagai framing foto. (Mengenai teori dasar komposisi, silakan ikuti)
Sekarang, waktunya praktik ke laut. Ayo!



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar